Wednesday, December 28, 2016

Skala Prioritas dalam Hidup





Skala Prioritas dalam Hidup


  • Seorang Guru Besar di depan audiensnya memulai materi kuliah dgn menaruh topless bening & besar di atas meja.
  • Lalu sang guru mengisinya dengan bola tenis hingga tidak muat lagi. Beliau bertanya : "sdh penuh ?"
  • Audiens menjawab : "sdh penuh."
  • Lalu sang guru mengeluarkan gundu dari kotaknya & dimasukkan ke dlm topless tadi, gundu mengisi sela2 bola tenis hingga tidak muat lagi. Beliau bertanya : "sdh penuh ?"
  • Audiens menjawab : "sdh penuh"
  • Lalu sang guru mengeluarkan pasir pantai & memasukkan ke dlm topless tadi. Pasir mengisi sela2 bola & gundu hingga tidak bisa muat lg. Semua sepakat topless sdh penuh & tdk ada yg bisa dimasukkan lagi.
  • Tapi terakhir sang guru menuangkan secangkir air kopi & masuk mengisi toples yg sdh penuh bola, gundu & pasir itu.

Sang Guru kemudian menjelaskan bahwa :
"Hidup kita kapasitasnya terbatas spt topless. Tiap kita berbeda ukuran toplessnya;





  • `Bola tenis adalah hal2 besar dlm hidup kita, yakni tanggung jawab thd Tuhan, orang tua, istri, Suami, anak2 serta makan, tempat tinggal & kesehatan.
  • Gundu adalah hal2 yg penting, spt pekerjaan, kendaraan, sekolah anak, gelar sarjana, dll.
  • Pasir adalah yg lain2 dlm hidup kita, seperti olah raga, nyanyi, rekreasi, facebook, bbm, WA, nonton film, model baju, model kendaraan dll.
  • Jika kita isi hidup dgn mendahulukan pasir hingga penuh, maka gundu & kelereng tdk bisa masuk.
Berarti hidup kita hanya berisi hal2 kecil. Hidup kita habis dgn rekreasi dan hobby, Tuhan & keluarga terabaikan.


  • Jika kita isi dg mendahulukan bola tenis, lalu gundu dst seperti tadi, maka hidup kita berisi lengkap, mulai dr hal2 besar & penting hingga hal2 yg menjadi pelengkap"
  • Kita mesti mengelola hidup secara cerdas & bijak. Tahu menempatkan mana yg prioritas & mana yg menjadi pelengkap. 
  • Jika tidak hidup bukan saja tdk lengkap, bahkan bisa tidak berarti sama sekali.
  • Lalu sang guru bertanya: "Adakah kalian yg mau bertanya?"
Semua audiens terdiam, krena sangat mengerti apa inti pesan dlm pelajaran tadi.


  • Namun, tiba2 seseorang nyeletuk bertanya: "Apa arti secangkir air kopi yg dituang tadi ...?"
  • Sang guru besar menjawab sbagai penutup: "Sepenuh & sesibuk apa pun hidup kita, jgn lupa msih bisa disempurnakan dgn bertandang, bertegur sapa, ngobrol sambil "minum kopi", dgn tetangga, teman, sahabat yg hebat. Jgn lupa sahabat lama."
Have a nice day ...



No comments:

Post a Comment

Dialog Allah Dengan Hambanya

💫Allah : "Hambaku, bangunlah ! Lakukan Shalat Malam 11 Rakaat !" Hamba : "Illahi, aku lelah, tidak sanggup rasanya.&quo...