Tuesday, March 6, 2018

Badai



Seorang anak mengemudikan mobilnya bersama ayahnya.
Setelah beberapa puluh kilometer, tiba-tiba awan hitam datang bersama angin kencang.
Langit menjadi gelap.
Beberapa kendaraan mulai menepi dan berhenti.

“Bagaimana, ayah? Kita berhenti?”, si anak bertanya.

“Teruslah.. !”, kata ayah.

Anaknya pun tetap menjalankan mobil.

Langit makin gelap, angin bertiup kencang. Hujan pun turun.
Beberapa pohon bertumbangan, bahkan ada yang diterbangkan angin.

Suasana sangat menakutkan.
Terlihat kendaraan-kendaraan besar juga mulai menepi dan berhenti.

“Ayah....?"

“Teruslah mengemudi..!” kata ayah sambil terus melihat ke depan.

Anaknya tetap mengemudi dengan bersusah payah.

Hujan lebat menghalangi pandangan hanya berjarak bebarapa meter saja.

Si anak mulai takut.
Namun... tetap mengemudi walaupun sangat perlahan.

Setelah melewati beberapa kilometer ke depan, dirasakan hujan mulai mereda, dan angin mulai berkurang.

Setelah beberapa kilometer lagi, sampailah mereka pada daerah yang kering, dan matahari pun telah bersinar.

“Silakan berhenti dan keluarlah”, kata ayah.

“Kenapa sekarang?”, tanyanya .

“Agar kamu bisa melihat apa yang terjadi seandainya tadi berhenti di tengah badai."

Sang anak berhenti dan keluar.
Dia melihat jauh di belakang sana badai masih berlangsung.
Dia membayangkan orang-orang yang terjebak di sana.

Dia baru mengerti bahwa, jangan pernah berhenti di tengah badai,
karena akan terjebak dalam ketidak pastian.

Jika kita sdg menghadapi “badai” kehidupan, teruslah berjalan.
Jangan berhenti, atau putus asa, karena kita akan tenggelam dalam keadaan yang terus menakutkan.

Lakukan saja apa yang dapat kita lakukan.
Dan yakinkan diri bahwa BADAI PASTI BERLALU....

Kita tidak boleh berhenti, tetapi maju terus.!
Karena kita yakin bahwa di depan sana ada Kepastian dan Kesuksesan menunggu kita...

*******

Saudaraku...

Hidup itu tak selamanya berjalan mulus.

Butuh batu kerikil supaya kita berhati-hati...

Butuh semak berduri supaya kita waspada...

Butuh Persimpangan supaya kita bijaksana dalam memilih...

Butuh Petunjuk jalan supaya kita punya harapan tentang arah masa depan...

Butuh masalah supaya kita tahu kita punya kekuatan....

Butuh Pengorbanan supaya kita tahu cara Bekerja Keras...

Butuh airmata supaya kita tahu cara merendahkan hati...

Butuh dicela supaya kita tahu bagaimana cara Menghargai...

Butuh tertawa  dan senyum supaya kita tahu arti bersyukur...

Butuh Orang lain supaya kita tahu kita Tak sendiri...


Jangan selesaikan masalah dengan mengeluh, kesal, dan marah",

selesaikan saja dengan sabar, syukur, sedekah.
Dan jangan lupa Tersenyumlah...

Teruslah melangkah walau mendapat rintangan.
Jangan takut...

Ingatlah...

Saat tidak ada lagi tembok untuk bersandar,
masih ada lantai untuk bersujud.

Perbuatan baik yang paling sempurna adalah perbuatan baik yang tidak terlihat,
namun.. dapat dirasakan hingga jauh kedalam relung hati...

Jangan menghitung apa yang hilang, namun hitunglah apa yang tersisa.

Sekecil apapun penghasilan kita, pasti akan cukup bila digunakan untuk Kebutuhan hidup.

Sebesar apapun penghasilan kita, pasti akan kurang bila digunakan untuk Gaya Hidup.

Tidak selamanya kata-kata yang indah itu benar.
Juga tidak selamanya kata-kata yang menyakitkan itu salah.

Hidup ini terlalu singkat...

Lepaskan mereka yang menyakitimu,
sayangi mereka yang ada padamu.
Dan berjuanglah untuk mereka yang berarti bagimu.

Bertemanlah dengan semua orang,
tapi bergaullah dengan orang yang berintegritas dan mempunyai nilai hidup yang benar.
Karena pergaulan akan mempengaruhi cara pandang kita dan masa depan kita...

😊❤πŸ’•

 untuk share ke WA sudah dengan Scriptnya

Script WA:

*BADAI...*

Seorang anak mengemudikan mobilnya bersama ayahnya.
Setelah beberapa puluh kilometer, tiba-tiba awan hitam datang bersama angin kencang.
Langit menjadi gelap.
Beberapa kendaraan mulai menepi dan berhenti.

_“Bagaimana, ayah? Kita berhenti?”_, si anak bertanya.

_“Teruslah.. !”_, kata ayah.

Anaknya pun tetap menjalankan mobil.

Langit makin gelap, angin bertiup kencang. Hujan pun turun.
Beberapa pohon bertumbangan, bahkan ada yg diterbangkan angin.

Suasana sangat menakutkan.
Terlihat kendaraan-kendaraan besar juga mulai menepi dan berhenti.

_“Ayah....?"_

_“Teruslah mengemudi..!”_ kata ayah sambil terus melihat ke depan.

Anaknya tetap mengemudi dengan bersusah payah.

Hujan lebat menghalangi pandangan hanya berjarak bebarapa meter saja.

Si anak mulai takut.
Namun... tetap mengemudi walaupun sangat perlahan.

Setelah melewati beberapa kilometer ke depan, dirasakan hujan mulai mereda, dan angin mulai berkurang.

Setelah beberapa kilometer lagi, sampailah mereka pada daerah yang kering, dan matahari pun telah bersinar.

_“Silakan berhenti dan keluarlah”_, kata ayah.

_“Kenapa sekarang?”_, tanyanya .

_“Agar kamu bisa melihat apa yang terjadi seandainya tadi berhenti di tengah badai."_

Sang anak berhenti dan keluar.
Dia melihat jauh di belakang sana badai masih berlangsung.
Dia membayangkan orang-orang yang terjebak di sana.

Dia baru mengerti bahwa, *jangan pernah berhenti di tengah badai,*
*karena akan terjebak dalam ketidak pastian.*

Jika kita sdg menghadapi “badai” kehidupan, teruslah berjalan.
Jangan berhenti, atau putus asa, karena kita akan tenggelam dalam keadaan yang terus menakutkan.

Lakukan saja apa yang dapat kita lakukan.
Dan yakinkan diri bahwa BADAI PASTI BERLALU....

Kita tidak boleh berhenti, tetapi maju terus.!
Karena kita yakin bahwa di depan sana ada Kepastian dan Kesuksesan menunggu kita...

*******

Saudaraku...

Hidup itu tak selamanya berjalan mulus.

Butuh _batu kerikil_ supaya kita berhati-hati...

Butuh _semak berduri_ supaya kita waspada...

Butuh _Pesimpangan_ supaya kita bijaksana dalam memilih...

Butuh _Petunjuk jalan_ supaya kita punya harapan tentang arah masa depan...

Butuh _masalah_ supaya kita tahu kita punya kekuatan....

Butuh _Pengorbanan_ supaya kita tahu cara Bekerja Keras...

Butuh _airmata_ supaya kita tahu cara merendahkan hati...

Butuh _dicela_ supaya kita tahu bagaimana cara Menghargai...

Butuh _tertawa dan senyum_ supaya kita tahu arti bersyukur...

Butuh _Orang lain_ supaya kita tahu kita Tak sendiri...


Jangan selesaikan masalah dengan _mengeluh, kesal, dan marah"_,

selesaikan saja dengan *sabar, syukur, sedekah.*
*Dan jangan lupa Tersenyumlah...*

Teruslah melangkah walau mendapat rintangan.
Jangan takut...

Ingatlah...

Saat tidak ada lagi tembok untuk _bersandar_,
masih ada lantai untuk _bersujud_.

Perbuatan baik yang paling sempurna adalah perbuatan baik yg tidak terlihat,
namun.. dapat dirasakan hingga jauh kedalam relung hati...

Jangan menghitung apa yang hilang, namun hitunglah apa yg tersisa.

Sekecil apapun penghasilan kita, pasti akan cukup bila digunakan untuk _Kebutuhan hidup._

Sebesar apapun penghasilan kita, pasti akan kurang bila digunakan untuk _Gaya Hidup._

Tidak selamanya kata-kata yang indah itu benar.
Juga tidak selamanya kata-kata yang menyakitkan itu salah.

Hidup ini terlalu singkat...

Lepaskan mereka yang menyakitimu,
sayangi mereka yang ada padamu.
Dan berjuanglah untuk mereka _yang berarti_ bagimu.

Bertemanlah dengan semua orang,
tapi bergaullah dengan orang yang _berintegritas_ dan mempunyai _nilai hidup_ yg benar.
Karena pergaulan akan *mempengaruhi* cara pandang kita dan masa depan kita...


😊❤πŸ’•


1 comment:

  1. diterjang masalah jangan takut untuk trs melangkah. ketika jatuh berusaha bangun dan bangkit. nice ppost

    ReplyDelete

Dialog Allah Dengan Hambanya

πŸ’«Allah : "Hambaku, bangunlah ! Lakukan Shalat Malam 11 Rakaat !" Hamba : "Illahi, aku lelah, tidak sanggup rasanya.&quo...